Ramalan Jayabaya Yang Berkaitan Erat Dengan Kepemimpinan Jokowidodo Presiden RI ke 7 Bahagian ke 1.



Ramalan Jayabaya Yang Berkaitan dengan Kepemimpinan Jokowidodo Presiden RI ke 7. (bahagian ke 1)

Oleh : Aspenas Warkey Cohen

馃嚠馃嚛Anda boleh Percaya, atau  boleh tidak percaya, tetapi  pada kenyataannya Ramalan Jayabaya ini dan semua pusisi-pusisi dalam bahas  Jawa,  jika kita menelitinya semua mendekati kenyataan..pada masa kepemimpinan Jokowi selama 2014 - 2019. 

Itu  artinya semua ramalan Jayabaya ini mendekati Kenyataan pada masa kita ini  khusus nya pada  masa kepemimpinan Jokowi -JK.2014-2019 dan akan berlanjut dlm periode ke Jokowidodo Ma'ruf Amin 2019-2024.

馃嚠馃嚛Yang mengherankan adalah beberapa ramalan Jayabaya ini hampir semua di genapi pada masa kepemimpinan Jokowi Dodo..saat dia di caci maki, dia di hina saat dia di fitnah dengan segala hal yg buruk..dia di tuduh antek asing, PKI lah,  Kristen lah, dll.

Yg penggenapannya dan ciri cirinya Hampir sama persis dengan Presiden RI ke 7 yakni Jokowidodo..apa ini kebetulan atau tidak...sekali lagi hanya Tuhan yg maha kuasa HaShem Yisrael yg maha mengetahui segalanya..

Maka keyakinan  saya bahwa  semua ramalan Jayabaya ini adalah penggenapannya kepada masa kepemimpinan  Jokowidodo Presiden RI ke 7 yg terpilih kembali untuk periode ke dua 2019-2024.

馃嚠馃嚛Sekali lagi anda boleh percaya boleh tidak...itu hak anda tetapi saya sangat tertarik untuk menuliskan artikel ini dan mengangkatnya.

馃嚠馃嚛Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri.

Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga. 

Asal usul utama serat ramalan Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. 

Sekalipun banyak keraguan keasliannya, tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yang menuliskan bahwa Jayabaya yang membuat ramalan-ramalan tersebut.

“Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, musuh takut dan takluk, tak ada yang berani.”

Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis dalam kitab-kitab mereka yang berjudul Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa, dan Kakawin Gatotkacasraya. 

Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha, sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna  ingin menikah dengan Rukmini dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.

馃嚠馃嚛Asal usul

Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. 

馃嚠馃嚛Jadi penulisan sumber ini sudah sejak zamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (1613-1645 M).

Kitab "Jangka Jayabaya" pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. 

馃嚠馃嚛Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. 

馃嚠馃嚛Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak. 

Memang dia keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila dia dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong.

Disamping itu dia menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala zamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749).

Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. 

Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. 

Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn.

Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. 

Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M).

Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada zamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. 

Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh putranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III), sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I, pada hari Kemis Legi,10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M.

馃嚠馃嚛Analisis

Jangka Jayabaya yang dikenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut "Kitab Asrar" Karangan Sunan Giri ke-3 tersebut. 

馃嚠馃嚛Selanjutnya para pujangga dibelakang juga menyebut nama baru itu.

Kitab Asrar itu memuat lkhtisar (ringkasan) riwayat negara Jawa, yaitu gambaran gilir bergantinya negara sejak zaman purbakala hingga jatuhnya Majapahit lalu diganti dengan Ratu Hakikat ialah sebuah kerajaan Islam pertama di Jawa yang disebut sebagai ”Giri Kedaton". 

Giri Kedaton ini tampaknya Merupakan zaman peralihan kekuasaan Islam pertama di Jawa yang berlangsung antara 1478-1481 M, yakni sebelum Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan di Demak oleh para Wali pada 1481 M. 

Namun demikian adanya keraton Islam di Giri ini masih bersifat ”Hakikat” dan diteruskan juga sampai zaman Sunan Giri ke-3.

Sejak Sunan Giri ke-3 ini praktis kekuasaannya berakhir karena penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram; Sejak Raden Patah naik tahta (1481) Sunan Ratu dari Giri Kedatan ini lalu turun tahta kerajaan, diganti oleh Ratu seluruh jajatah, ialah Sultan di Demak, Raden Patah. 

Jadi keraton di Giri ini kira-kira berdiri antara 1478-1481 M atau lebih lama lagi, yakni sejak Sunan Giri pertama mendirikannya atau mungkin sudah sejak Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M (882 H). 

Setelah kesultanan Demak jatuh pada masa Sultan Trenggono, lalu tahta kerajaan jatuh ke tangan raja yang mendapat julukan sebagai "Ratu Bobodo") ialah Sultan Pajang. 

Disebut demikian karena pengaruh kalangan Ki Ageng yang berorientasi setengah Budha/Hindu dan setengah Islam di bawah pengaruh kebatinan Siti Jenar, yang juga hendak di basmi pengaruhnya sejak para Wali masih hidup.

Setelah Kerajaan ini jatuh pula, lalu di ganti oleh penguasa baru yakni, Ratu Sundarowang ialah Mataram bertahta dengan gelar Prabu Hanyokro Kusumo (Sultan Agung) yang berkuasa di seluruh Jawa dan Madura. 

Di kelak kemudian hari (ditinjau, dari sudut alam pikiran Sri Sultan Agung dari Mataram ini) akan muncullah seorang raja bertahta di wilayah kerajaan Sundarowang ini ialah seorang raja Waliyullah yang bergelar Sang Prabu Herucakra yang berkuasa di seluruh Jawa-Madura, Patani dan Sriwijaya.

馃嚠馃嚛Wasiat Sultan Agung itu mengandung kalimat ramalan, bahwa kelak sesudah dia turun dari tahta, kerajaan besar ini akan pulih kembali kewibawaannya, justru nanti dizaman jauh sesudah Sultan Agung wafat.

 馃嚠馃嚛Ini berarti raja-raja pengganti dia dinilai (secara pandangan batin) sebagai raja-raja yang tidak bebas merdeka lagi. 

Bisa kita maklumi, karena pada tahun-tahun berikutnya praktis Mataram sudah menjadi negara boneka VOC yang menjadi musuh Sultan Agung (ingat perang Sultan Agung dengan VOC tahun 1628 & 1629 yang diluruk ke Jakarta/ Batavia oleh Sultan Agung).

馃嚠馃嚛Oleh Pujangga, Kitab Asrar digubah dan dibentuk lagi dengan pendirian dan cara yang lain, yakni dengan jalan mengambil pokok/permulaan cerita Raja Jayabaya dari Kediri. 

馃嚠馃嚛Nama mana diketahui dari Kakawin Bharatayudha, yang dikarang oleh Mpu Sedah pada tahun 1079 Saka = 1157 M atas titah Sri Jayabaya di Daha/ Kediri. 

馃嚠馃嚛Setelah mendapat pathokan/data baru, raja Jayabaya yang memang dikenal masyarakat sebagai pandai meramal, sang pujangga (Pangeran Wijil) lalu menulis kembali, dengan gubahan "Jangka Jayabaya" dengan ini yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar serta gambaran pertumbuhan negara-negara dikarangnya sebelumnya dalam bentuk babad.

馃嚠馃嚛Lalu dari hasil, penelitiannya dicarikan Inti sarinya dan diorbitkan dalam bentuk karya-karya baru dengan harapan dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.

馃嚠馃嚛Cita-cita yang pujangga yang dilukiskan sebagai zaman keemasan itu, jelas bersumber semangat dari gambaran batin Sultan Agung. 

馃嚠馃嚛Jika kita teliti secara kronologi, sekarang ternyata menunjukan gambaran sebuah negara besar yang berdaulat penuh yang kini benama "Republik Indonesia". Lebih Nyata di dalam masa kepemimpinan Jokowidodo. 2014-2019- dan 2019-2024.

馃嚠馃嚛Kedua sumber yang diperpadukan itu ternyata senantiasa mengilhami para pujangga yang hidup diabad-abad kemudian, terutama pujangga terkenal R.Ng., cucu buyut pujangga Yasadipura I pengganti Pangeran Wijil I.

馃嚠馃嚛Jangka Jayabaya dari Kitab Asrar ini sungguh diperhatikan benar-benar oleh para pujangga di Surakarta dalam abad 18/19 M dan sudah terang Merupakan sumber perpustakaan dan kebudayaan Jawa baru. 

馃嚠馃嚛Hal ini ternyata dengan munculnya karangan-karangan baru, Kitab Asrar/Musarar dan Jayabaya yang hanya bersifat ramalan belaka. 

馃嚠馃嚛Sehingga setelah itu tumbuh bermacam-macam versi teristimewa karangan baru Serat Jayabaya yang bersifat hakikat bercampur jangka atau ramalan, akan tetapi dengan ujaran yang dihubungkan dengan lingkungan historisnya satu sama lain sehingga merupakan tambahan riwayat buat negeri ini.

馃嚠馃嚛Semua itu telah berasal dari satu sumber benih, yakni Kitab Asrar karya Sunan Giri ke-3 dan Jangka Jayabaya gubahan dari kitab Asrar tadi, plus serat Mahabarata karangan Mpu Sedah & Panuluh. 

馃嚠馃嚛Dengan demikian, Jangka Jayabaya ini ditulis kembali dengan gubahan oleh Pangeran Wijil I pada tahun 1675 Jawa (1749 M) bersama dengan gubahannya yang berbentuk puisi, yakni Kitab Musarar. 

馃嚠馃嚛Dengan begitu menjadi jelaslah apa yang kita baca sekarang ini.

馃嚠馃嚛Kitab Musasar Jayabaya, Dan Isi ramalan :

馃嚠馃嚛Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran ---> Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.

馃嚠馃嚛Tanah Jawa kalungan wesi ---> Pulau Jawa berkalung besi.

馃嚠馃嚛Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang ---> Perahu berjalan di angkasa.

馃嚠馃嚛Kali ilang kedhunge ---> Sungai kehilangan mata air.

馃嚠馃嚛Pasar ilang kumandhang ---> Pasar kehilangan suara.

馃嚠馃嚛Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak ---> Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.

馃嚠馃嚛Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi  semakin lama semakin mengerut.

馃嚠馃嚛Sekilan bumi dipajeki ---> Sejengkal tanah dikenai pajak.

馃嚠馃嚛Jaran doyan mangan sambel ---> Kuda suka makan sambal.

Wong wadon nganggo pakeyan lanang --->Orang perempuan berpakaian lelaki.

Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman ---> Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik.

Akeh janji ora ditetepi ---> Banyak janji tidak ditepati.

馃嚠馃嚛Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe ---> Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.

Manungsa padha seneng nyalah ---> Orang-orang saling lempar kesalahan.
Ora ngendahake hukum Hyang Widhi ---> Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.

馃嚠馃嚛Barang jahat diangkat-angkat ---> Yang jahat dijunjung-junjung.

馃嚠馃嚛Barang suci dibenci ---> Yang suci (justru) dibenci.

馃嚠馃嚛Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwi t---> Banyak orang hanya mementingkan uang.

馃嚠馃嚛Lali kamanungsan ---> Lupa jati kemanusiaan.

馃嚠馃嚛Lali kabecikan ---> Lupa hikmah kebaikan.
Lali sanak lali kadang ---> Lupa sanak lupa saudara.

Akeh bapa lali anak ---> Banyak ayah lupa anak.

Akeh anak wani nglawan ibu --->Banyak anak berani melawan ibu.

馃嚠馃嚛Nantang bapa ---> Menantang ayah.

Sedulur padha cidra ---> Saudara dan saudara saling khianat.

馃嚠馃嚛Kulawarga padha curiga ---> Keluarga saling curiga.

馃嚠馃嚛Kanca dadi mungsuh ---> Kawan menjadi lawan.

馃嚠馃嚛Akeh manungsa lali asale ---> Banyak orang lupa asal usul.

馃嚠馃嚛Ukuman Ratu ora adil ---> Hukuman Raja tidak adil.

馃嚠馃嚛Akeh pangkat sing jahat lan ganji l---> Banyak pejabat jahat dan ganjil,bukankah ramalan ini di genapi pada era Jokowidodo,di mana hampir semua Pejabat terjaring OTT KPK...?馃ぃ

馃嚠馃嚛Akeh kelakuan sing ganjil ---> Banyak ulah-tabiat ganjil,  Organisasi Islam radikal yg selalu bertingkah laku Aneh..di erah Masa kepemimpinan Jokowi???

馃嚠馃嚛Wong apik-apik padha kapencil ---> Orang yang baik justru tersisih., Contoh paling nyata Ahok..馃ぃ

Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin ---> Banyak orang kerja halal justru merasa malu.

馃嚠馃嚛Luwih utama ngapusi ---> Lebih mengutamakan menipu.

Wegah nyambut gawe ---> Malas untuk bekerja.

Kepingin urip mewah ---> Inginnya hidup mewah.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka ---> Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.

Wong bener thenger-thenger ---> Orang (yang) benar termangu-mangu.

Wong salah bungah ---> Orang (yang) salah gembira ria.

Wong apik ditampik-tampik ---> Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). Contoh nyata Jokowi-Ahok ..馃ぃ

Wong jahat munggah pangkat ---> Orang (yang) jahat naik pangkat.

馃嚠馃嚛Wong agung kasinggung ---> Orang (yang) mulia dilecehkan.馃憤馃ぃ

馃嚠馃嚛Wong ala kapuja ---> Orang (yang) jahat dipuji-puji.Contoh nyata kubuh oposisi .Paslon no.02..yg nyata sudah salah tapi dipuja-puji.馃憠馃馃惔

Wong wadon ilang kawirangane ---> perempuan hilang malu.

Wong lanang ilang kaprawirane ---> Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.馃憠馃ぃ馃

Akeh wong lanang ora duwe bojo ---> Banyak laki-laki tak mau beristri.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone ---> Banyak perempuan ingkar pada suami.

Akeh ibu padha ngedol anake ---> Banyak ibu menjual anak.

Akeh wong wadon ngedol awake ---> Banyak perempuan menjual diri.

馃嚠馃嚛Akeh wong ijol bebojo ---> Banyak orang gonta-ganti pasangan.

Wong wadon nunggang jaran ---> Perempuan menunggang kuda.

Wong lanang linggih plangki ---> Laki-laki naik tandu.

Randha seuang loro ---> Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).

馃嚠馃嚛Prawan seaga lima ---> Lima perawan lima picis.

馃嚠馃嚛Dhudha pincang laku sembilan uang ---> Duda pincang laku sembilan uang.馃憠馃ぃramalan yg paling nyata pada Duda Prabowo...yang hanya mementingkan uang, dan jabatan tanpa menghiraukan harga dirinya.. 馃憠馃ぃ馃惔

馃嚠馃嚛Akeh wong ngedol ngelmu ---> Banyak orang berdagang ilmu.fakta nyata di era Jokowi..semua org berilmu hilang akal sehat dengan satu tujuan ingin menjatuhkan Jokowi...馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛

Akeh wong ngaku-aku ---> Banyak orang mengaku diri.

馃嚠馃嚛Njabane putih njerone dhadhu ---> Di luar putih di dalam jingga.politik abu-abu abu...lihat PAN,PKS- Dan Demokrat. Yg merapat ke Jokowi Ma'aruf saat quick count mengakan Jokowi...馃憠馃馃榾馃ぃ

馃嚠馃嚛Ngakune suci, nanging sucine palsu ---> Mengaku suci, tapi palsu belaka. 
Ulama, ustadz dan penceramah agama yang mengaku memegang Kunci sorga tetapi mereka  berani dan secara terang-terangan menjual agama Islam demi nafsu pribadi.馃榾馃ぃ馃ぃ

馃嚠馃嚛Akeh bujuk akeh lojo---> Banyak tipu banyak muslihat. 

Akeh udan salah mangsa---> Banyak hujan salah musim.

Akeh prawan tuwa---> Banyak perawan tua.

Akeh randha nglairake anak---> Banyak janda melahirkan bayi.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne---> Banyak anak lahir mencari bapaknya.

馃嚠馃嚛Agama akeh sing nantang---> Agama banyak ditentang.

馃嚠馃嚛Prikamanungsan saya ilang---> Perikemanusiaan semakin hilang.

馃嚠馃嚛Omah suci dibenci---> Rumah suci dijauhi.

Omah ala saya dipuja---> Rumah maksiat makin dipuja.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi---> Perempuan lacur dimana-mana.

Akeh laknat---> Banyak kutukan.

馃嚠馃嚛Akeh pengkianat---> Banyak pengkhianat.馃榾馃ぃ

馃嚠馃嚛Anak mangan bapak---> Anak makan bapak.

馃嚠馃嚛Sedulur mangan sedulur---> Saudara makan saudara.

馃嚠馃嚛Kanca dadi mungsuh---> Kawan menjadi lawan.

馃嚠馃嚛Guru disatru---> Guru dimusuhi.

馃嚠馃嚛Tangga padha curiga--->Tetangga saling curiga.

Kana-kene saya angkara murka ---> Angkara murka semakin menjadi-jadi.

Sing weruh kebubuhan---> Barangsiapa tahu terkena beban.

Sing ora weruh ketutuh---> Sedang yang tak tahu disalahkan.

Besuk yen ana peperangan---> Kelak jika terjadi perang.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---> Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.

Akeh wong becik saya sengsara---> Banyak orang baik makin sengsara.

馃嚠馃嚛Wong jahat saya seneng---> Sedang yang jahat makin bahagia.

Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul---> Ketika itu burung gagak dibilang bangau.

馃嚠馃嚛Wong salah dianggep bener---> Orang salah dipandang benar.

馃嚠馃嚛Pengkhianat nikmat---> Pengkhianat nikmat.

Durjana saya sempurna---> Durjana semakin sempurna.

馃嚠馃嚛Wong jahat munggah pangkat---> Orang jahat naik pangkat.

Wong lugu kebelenggu---> Orang yang lugu dibelenggu.

馃嚠馃嚛Wong mulya dikunjara---> Orang yang mulia dipenjara.

Sing curang garang---> Yang curang berkuasa.

Sing jujur kojur---> Yang jujur sengsara.

Pedagang akeh sing keplarang---> Pedagang banyak yang tenggelam.

Wong main akeh sing ndadi---> Penjudi banyak merajalela.

Akeh barang haram---> Banyak barang haram.

Akeh anak haram---Banyak anak haram.

Wong wadon nglamar wong lanang---> Perempuan melamar laki-laki.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe---> Laki-laki memperhina derajat sendiri.

Akeh barang-barang mlebu luang---> Banyak barang terbuang-buang.

Akeh wong kaliren lan wuda---> Banyak orang lapar dan telanjang.

Wong tuku ngglenik sing dodol---> Pembeli membujuk penjual.

Sing dodol akal okol---> Si penjual bermain siasat.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri---> Mencari rizki ibarat gabah ditampi.

Sing kebat kliwat---> Yang tangkas lepas.

Sing telah sambat---> Yang terlanjur menggerutu.

Sing gedhe kesasar---> Yang besar tersasar.

Sing cilik kepleset---> Yang kecil terpeleset.

Sing anggak ketunggak---> Yang congkak terbentur.

Sing wedi mati---> Yang takut mati.

Sing nekat mbrekat---> Yang nekat mendapat berkat.

Sing jerih ketindhih---> Yang hati kecil tertindih.

Sing ngawur makmur---> Yang ngawur makmur

Sing ngati-ati ngrintih---> Yang berhati-hati merintih.

Sing ngedan keduman---> Yang main gila menerima bagian.

Sing waras nggagas---> Yang sehat pikiran berpikir.

Wong tani ditaleni---> Orang (yang) bertani diikat.

Wong dora ura-ura---> Orang (yang) bohong berdendang.

Ratu ora netepi janji, musna panguwasane--> -Raja ingkar janji, hilang wibawanya.

Bupati dadi rakyat---> Pegawai tinggi menjadi rakyat.

Wong cilik dadi priyayi---> Rakyat kecil jadi priyayi.

Sing mendele dadi gedhe---> Yang curang jadi besar.

Sing jujur kojur---> Yang jujur celaka.

Akeh omah ing ndhuwur jaran---> Banyak rumah di punggung kuda.

Wong mangan wong---> Orang makan sesamanya.

Anak lali bapak---> Anak lupa bapa.

Wong tuwa lali tuwane---> Orang tua lupa ketuaan mereka.

Pedagang adol barang saya laris---> Jualan pedagang semakin laris.

Bandhane saya ludhes---> Namun harta mereka makin habis.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---> Banyak orang mati lapar di samping makanan.

Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---> Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.

Sing edan bisa dandan---> Yang gila bisa bersolek.

Sing bengkong bisa nggalang gedhong---> Si bengkok membangun mahligai.

馃嚠馃嚛Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---> Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.sangat tetap dan benar.馃ぃ馃嚠馃嚛馃榾

Ana peperangan ing njero---> Terjadi perang di dalam.

馃嚠馃嚛Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---> Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.

馃嚠馃嚛Durjana saya ngambra-ambra---> Kejahatan makin merajalela.

馃嚠馃嚛Penjahat saya tambah---> Penjahat makin banyak.

Wong apik saya sengsara---> Yang baik makin sengsara.

馃嚠馃嚛Akeh wong mati jalaran saka peperangan---> Banyak orang mati karena perang.

馃嚠馃嚛Kebingungan lan kobongan---> Karena bingung dan kebakaran.

Wong bener saya thenger-thenger---> Si benar makin tertegun.

Wong salah saya bungah-bungah---> Si salah makin sorak sorai.

Akeh bandha musna ora karuan lungane---> Banyak harta hilang entah ke mana
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---> Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.

馃嚠馃嚛Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---> Banyak barang haram, banyak anak haram.

Bejane sing lali, bejane sing eling---> Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.

Nanging sauntung-untunge sing lali---> Tapi betapapun beruntung si lupa.

Isih untung sing waspada---> Masih lebih beruntung si waspada.

Angkara murka saya ndadi---> Angkara murka semakin menjadi.

馃嚠馃嚛Kana-kene saya bingung---> Di sana-sini makin bingung.

Pedagang akeh alangane---> Pedagang banyak rintangan.

Akeh buruh nantang juragan---> Banyak buruh melawan majikan.

Juragan dadi umpan---> Majikan menjadi umpan.

Sing suwarane seru oleh pengaruh---> Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.

Wong pinter diingar-ingar---> Si pandai direcoki.

Wong ala diuja---> Si jahat dimanjakan.

Wong ngerti mangan ati---> Orang yang mengerti makan hati.

Bandha dadi memala---> Hartabenda menjadi penyakit

馃嚠馃嚛Pangkat dadi pemikat---> Pangkat menjadi pemukau. Akhirnya banyak pejabat di era Jokowi yg terjebak OTT KPK 馃榾馃ぃ馃ぃ馃憤馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛

Sing sawenang-wenang rumangsa menang ---> Yang sewenang-wenang merasa menang

Sing ngalah rumangsa kabeh salah---> Yang mengalah merasa serba salah.

Ana Bupati saka wong sing asor imane---> Ada raja berasal orang beriman rendah.

Patihe kepala judhi---> Maha menterinya benggol judi.

Wong sing atine suci dibenci---> Yang berhati suci dibenci.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---> Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

Pemerasan saya ndadra---> Pemerasan merajalela.

Maling lungguh wetenge mblenduk ---> Pencuri duduk berperut gendut.

Pitik angrem saduwure pikulan---> Ayam mengeram di atas pikulan.

Maling wani nantang sing duwe omah---> Pencuri menantang si empunya rumah.

Begal pada ndhugal---> Penyamun semakin kurang ajar.

Rampok padha keplok-keplok---> Perampok semua bersorak-sorai.

Wong momong mitenah sing diemong---> Si pengasuh memfitnah yang diasuh
Wong jaga nyolong sing dijaga---> Si penjaga mencuri yang dijaga.

Wong njamin njaluk dijamin---> Si penjamin minta dijamin.

馃嚠馃嚛Akeh wong mendem donga---> Banyak orang mabuk doa.馃憠馃ぃ馃榾馃

Kana-kene rebutan unggul---> Di mana-mana berebut menang.

Angkara murka ngombro-ombro---> Angkara murka menjadi-jadi.

Agama ditantang---> Agama ditantang.

Akeh wong angkara murka---> Banyak orang angkara murka.

Nggedhekake duraka---> Membesar-besarkan durhaka.

馃嚠馃嚛Ukum agama dilanggar---> Hukum agama dilanggar.馃憠馃馃榾

馃嚠馃嚛Prikamanungsan di-iles-iles---> Perikemanusiaan diinjak-injak. 
馃憤Faktanya yg kita lihat di era Kepemimpinan Jokowidodo.. Perikemanusiaan Jokowidodo di injak injak oleh lawan politiknya...di depan umum. 馃檹dan hanya di era Jokowi inilah bangsa Indonesia kehilangan etika dan sopan santun.  Di mana kepala Negara Di hina,di fitnah ,sampai bahasa yg kotor ..hanya di era Jokowi lah  ramalan Jayabaya ini di genapi ..馃憤馃檹

馃嚠馃嚛Kasusilan ditinggal---> Tata susila diabaikan. Dan ini Fakta yg terjadi馃榾馃ぃ

馃嚠馃嚛Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---> Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi. 
馃檹Ini lah yg terjadi saat ini yg kita lihat selama 2014- 2019...馃檹 Banyak orang yang hilang akal sehat...yg ingin menjatuhkan Jokowi dengan segala cara.. fakta buktikan Hoax.. ramalan Jayabaya yg digenapi pada era kepemimpinan Jokowi...馃檹馃嚠馃嚛馃憤馃檹馃檹馃檹

馃嚠馃嚛Wong cilik akeh sing kepencil---> Rakyat kecil banyak tersingkir.

馃嚠馃嚛Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---> Karena menjadi kurban si jahat si laknat. 馃檹馃檹馃檹

馃嚠馃嚛Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---> Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
馃檹馃嚠馃嚛Ramalan ini hanya tergenapi pada Jokowi...yg baru di nobatkan sebagai Presiden RI yg paling Populer di Dunia. 

Lan duwe prajurit---> Dan punya prajurit.

Negarane ambane saprawolon---> Lebar negeri seperdelapan dunia.

馃嚠馃嚛Tukang mangan suap saya ndadra---> Pemakan suap semakin merajalela.
馃檹馃ぃhanya di era Jokowidodo Koruptor TDK berkutik馃ぃ馃檹馃榾pantas Jokowi sangat di benci...馃檹馃榾馃ぃ

Wong jahat ditampa---> Orang jahat diterima.

馃嚠馃嚛Wong suci dibenci---> Orang suci dibenci.

馃嚠馃嚛Timah dianggep perak---> Timah dianggap perak.
馃檹馃ぃ馃榾Emas diagani tembaga---> Emas dibilang tembaga. Lihat Khasiat Gubernur DKI JAKARTA.. Emas di tukar dengan tembaga 馃榾馃嚠馃嚛 fakta unik dari ramalan Jayabaya yg sudah tergenapi...

Dandang dikandakake kuntul---> Gagak disebut bangau.

Wong dosa sentosa---> Orang berdosa sentosa.

Wong cilik disalahake---> Rakyat jelata dipersalahkan.

Wong nganggur kesungkur---> Si penganggur tersungkur.

Wong sregep krungkep---> Si tekun terjerembab.

Wong nyengit kesengit---> Orang busuk hati dibenci.

Buruh mangluh---> Buruh menangis.

Wong sugih krasa wedi---> Orang kaya ketakutan.

Wong wedi dadi priyayi---> Orang takut jadi priyayi.

Senenge wong jahat---> Berbahagialah si jahat.

Susahe wong cilik---> Bersusahlah rakyat kecil.

Akeh wong dakwa dinakwa---> Banyak orang saling tuduh.

Tindake manungsa saya kuciwa---> Ulah manusia semakin tercela.

馃嚠馃嚛Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---> Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 

馃嚠馃嚛Wong Jawa kari separo---> Orang Jawa tinggal setengah.
Landa-Cina kari sejodho ---> Belanda - Cina tinggal sepasang.

馃嚠馃嚛Akeh wong ijir, akeh wong cethil---> Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.

Sing eman ora keduman---> Si hemat tidak mendapat bagian.

Sing keduman ora eman---> Yang mendapat bagian tidak berhemat.

馃嚠馃嚛Akeh wong mbambung---> Banyak orang berulah dungu. 
馃檹馃ぃSetalah kalah dari Hasil Quick Count pilpes 2019, banyak Orang dungu yg TDK tahu malu, mereka yg tadinya menghina habis'habisan Jokowi  kini mencari muka dan merapat ke Jokowidodo Ma,Ruf Amin 馃檹馃ぃ馃榾

Akeh wong limbung---> Banyak orang limbung.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---> Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
馃檹馃嚠馃嚛ramalan terakhir yang akan di genapi adalah Indonesia di Era Jokowi akan memasuki masa keemasan dan kemakmuran...sebagai mana yg sering di katakan oleh Jokowi bahwa Indonesia akan menjadi Negara termakmur peringkat ke 4=di dunia di tahun 2045. Ramalan Jayabaya ini akan segera di genapi...pada tahun-tahun berikutnya..馃檹
馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛馃嚠馃嚛

馃嚠馃嚛Bait Terakhir Ramalan Jayabaya馃嚠馃嚛

140. polahe wong Jawa kaya gabah diinteri\ endi sing bener endi sing sejati\ para tapa padha ora wani\ padha wedi ngajarake piwulang adi\ salah-salah anemani pati\

馃嚠馃嚛141. banjir bandang ana ngendi-endi\ gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni\ gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni\ marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti\

142. pancen wolak-waliking jaman\ amenangi jaman edan\ ora edan ora kumanan\ sing waras padha nggagas\ wong tani padha ditaleni\ wong dora padha ura-ura\ beja-bejane sing lali,\ isih beja kang eling lan waspadha\

143. ratu ora netepi janji\ musna kuwasa lan prabawane\ akeh omah ndhuwur kuda\ wong padha mangan wong\ kayu gligan lan wesi hiya padha doyan\ dirasa enak kaya roti bolu\ yen wengi padha ora bisa turu\

144. sing edan padha bisa dandan\ sing ambangkang padha bisa\ nggalang omah gedong magrong-magrong\

145. wong dagang barang sangsaya laris, bandhane ludes\ akeh wong mati kaliren gisining panganan\ akeh wong nyekel bendha ning uriping sengsara\

馃嚠馃嚛146. wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil\ sing ora abisa maling digethingi\ sing pinter duraka dadi kanca\ wong bener sangsaya thenger-thenger\ wong salah sangsaya bungah\ akeh bandha musna tan karuan larine\ akeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebabe\

147. bumi sangsaya suwe sangsaya mengkeret\ sakilan bumi dipajeki\ wong wadon nganggo panganggo lanang\ iku pertandhane yen bakal nemoni\ wolak-walike zaman\

馃嚠馃嚛148. akeh wong janji ora ditepati\ akeh wong nglanggar sumpahe dhewe\ manungsa padha seneng ngalap,\ tan anindakake hukuming Tuhan \ barang jahat diangkat-angkat\ barang suci dibenci\

149. akeh wong ngutamakake royal\ lali kamanungsane, lali kebecikane\ lali sanak lali kadang\ akeh bapa lali anak\ akeh anak nundhung biyung\ sedulur padha cidra\ keluarga padha curiga\ kanca dadi mungsuh\ manungsa lali asale\

150. ukuman ratu ora adil\ akeh pangkat jahat jahil\ kelakuan padha ganjil\ sing apik padha kepencil\ akarya apik manungsa isin\ luwih utama ngapusi\

151. wanita nglamar pria\ isih bayi padha mbayi\ sing pria padha ngasorake drajate dhewe\

馃嚠馃嚛Bait 152 sampai dengan 156 hilang

157. wong golek pangan pindha gabah den interi\ sing kebat kliwat, sing kasep kepleset\ sing gedhe rame, gawe sing cilik keceklik\ sing anggak ketenggak, sing wedi padha mati\ nanging sing ngawur padha makmur\ sing ngati-ati padha sambat kepati-pati\

馃嚠馃嚛158. cina alang-alang keplantrang dibandhem nggendring\ melu Jawa sing padha eling\ sing tan eling miling-miling\ mlayu-mlayu kaya maling kena tuding\ eling mulih padha manjing\ akeh wong injir, akeh cethil\ sing eman ora keduman\ sing keduman ora eman\

馃嚠馃嚛159. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun\ sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu\ bakal ana dewa ngejawantah\ apengawak manungsa\ apasurya padha bethara Kresna\ awatak Baladewa\ agegaman trisula wedha\ jinejer wolak-waliking zaman\ wong nyilih mbalekake,\ wong utang mbayar\ utang nyawa bayar nyawa\ utang wirang nyaur wirang\

160. sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa\ ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener\ lawase pitung bengi,\ parak esuk bener ilange\ bethara surya njumedhul\ bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa kelantur-lantur\ iku tandane putra Bethara Indra wus katon\ tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa\

馃嚠馃嚛161. dunungane ana sikil redi 馃憠"Lawu" sisih wetan\ wetane bengawan banyu\ andhedukuh pindha Raden Gatotkaca\ arupa pagupon dara tundha tiga\ kaya manungsa angleledha\

162. akeh wong dicakot lemut mati\ akeh wong dicakot semut sirna\ akeh swara aneh tanpa rupa\ bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis\ tan kasat mata, tan arupa\ sing madhegani putrane Bethara Indra\ agegaman trisula wedha\ momongane padha dadi nayaka perang\ perange tanpa bala\ sakti mandraguna tanpa aji-aji

163. apeparap pangeraning prang\ tan pokro anggoning nyandhang\ ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang\ sing padha nyembah reca ndhaplang,\ cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang\

馃嚠馃嚛164. putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu\ hiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti\ mumpuni sakabehing laku\ nguel tanah Jawa kaping pindho\ ngerahake jin setan\ kumara prewangan, para lelembut ke bawah parintah saeko proyo\ kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda\ landhepe triniji suci\ bener, jejeg, jujur\ kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong\馃檹馃嚠馃嚛

165. pendhak Sura nguntapa kumara\ kang wus katon nebus dosane\ kadhepake ngarsaning sang kuasa\ isih timur kaceluk wong tuwa\ paringane Gatotkaca sayuta\

166. idune idu geni\ sabdane malati\ sing mbregendhul mesti mati\ ora tuwo, enom padha dene bayi\ wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada\ garis sabda ora gentalan dina,\ beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira\ tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa\ nanging inung pilih-pilih sapa\

馃嚠馃嚛167. waskita pindha dewa\ bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira\ pindha lahir bareng sadina\ ora bisa diapusi marga bisa maca ati\ wasis, wegig, waskita,\ ngerti sakdurunge winarah\ bisa pirsa mbah-mbahira\ angawuningani jantraning zaman Jawa\ ngerti garise siji-sijining umat\ Tan kewran sasuruping zaman\

168. mula den upadinen sinatriya iku\ wus tan abapa, tan bibi, lola\ awus aputus weda Jawa\ mung angandelake trisula\ landheping trisula pucuk\ gegawe pati utawa utang nyawa\ sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan\ sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda\

169. sirik den wenehi\ ati malati bisa kesiku\ senenge anggodha anjejaluk cara nistha\ ngertiyo yen iku coba\ aja kaino\ ana beja-bejane sing den pundhuti\ ateges jantrane kaemong sira sebrayat\

170. ing ngarsa Begawan\ dudu pandhita sinebut pandhita\ dudu dewa sinebut dewa\ kaya dene manungsa\ dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh\ gawang-gawang terang ndrandhang\

171. aja gumun, aja ngungun\ hiya iku putrane Bethara Indra\ kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan\ tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh\ hiya siji iki kang bisa paring pituduh\ marang jarwane jangka kalaningsun\ tan kena den apusi\ marga bisa manjing jroning ati\ ana manungso kaiden ketemu\ uga ana jalma sing durung mangsane\ aja sirik aja gela\ iku dudu wektunira\ nganggo simbol ratu tanpa makutha\ mula sing menangi enggala den leluri\ aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu\ beja-bejane anak putu\

馃嚠馃嚛172. iki dalan kanggo sing eling lan waspada\ ing zaman kalabendu Jawa\ aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa\ cures ludhes saka braja jalma kumara\ aja-aja kleru pandhita samusana\ larinen pandhita asenjata trisula wedha\ iku hiya pinaringaning dewa\

173. nglurug tanpa bala\ yen menang tan ngasorake liyan\ para kawula padha suka-suka\ marga adiling pangeran wus teka\ ratune nyembah kawula\ angagem trisula wedha\ para pandhita hiya padha muja\ hiya iku momongane kaki Sabdopalon\ sing wis adu wirang nanging kondhang\ genaha kacetha kanthi njingglang\ nora ana wong ngresula kurang\ hiya iku tandane kalabendu wis minger\ centi wektu jejering kalamukti\ andayani indering jagad raya\ padha asung bhekti\

Saya tidak sempat membahas beberapa ramalan pd artikel ini, barang kali saudara yg bersedia menambah nya.

Semoga artikel ini memberkati anda semua.  omeyn

Shalom
Aspenas Warkey Cohen.

Referensi: 
#Makala  Ramalan Jayabaya  dan munculnya Ratu adil dan yang korelanya dengan indonesia masa kini dan masa datang. Penulis Aspenas Warkey Cohen.
#Alan H. Feinstein.1994. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hlm. 276-280.
#Kumpulan Ramalan Jayabaya untuk Indonesia

Salam Damai Indonesia ku.


Oleh : AW Cohen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabbi Guru dan Master

RAHASIA " MERAH KIRMIZI.

Apa Itu Toledot